SUARACELEBES.COM, GORONTALO – Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito melakukan rapat bersama sejumlah pemerintah daerah di Indonesia melalui zoom meeting, Kamis (5/4/2023).
Salah satu daerah yang mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2023 yaitu Pemerintah Provinsi Gorontalo yang digelar di ruang rapat Oval Lantai 2 Kantor Gubernur Gorontalo.
Pemerintah Provinsi Gorontalo mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di ruang Rapat Oval Lt.2 Kantor Gubernur Gorontalo Rabu 3 Mei 2023 yang secara rutin setiap minggu dilaksanakan secara zoom oleh Kementerian Dalam Negeri RI.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Bapak Tito Karnavian yang juga menghadirkan beberapa narasumber antara lain dari BPS Pusat, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Satgas Pangan Polri dan TNI. Adapun peserta rapat adalah seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota se Indonesia beserta forkopimda.
Dalam paparannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan Kondisi Inflasi Indonesia April 2023 berdasarkan data BPS yaitu sebesar 4,33 % Tahun ke Tahun (YoY), 0,33% inflasi Bulan ke Bulan (MtM) dan 1,01% inflasi Tahun Kalender. Kementerian Dalam Negeri juga membuat peringkat Inflasi (yoy) Gabungan Kota per Provinsi dimana Provinsi Gorontalo masuk pada peringkat 3 inflasi terendah yaitu sebesar 3.45% setelah Sulbar sebesar 2,96% dan Kepulauan Babel sebesar 3,31% sementara itu Provinsi Maluku Utara merupakan provinsi dengan inflasi tertinggi yaitu sebesar 5,63%.
Inflasi Ramadhan dan lebaran 2023 lebih rendah dibanding inflasi Ramadhan dan lebaran tahun sebelumnya. Hal ini menunjukan kesiapan pemerintah dalam mengantisipasi periode Ramadhan dan lebaran 2023, inflasi pangan dapat ditekan dengan adanya aktivitas panen raya padi dan komoditas hortikultura sepanjang Maret – April. Pengendalian inflasi juga dilaksanakan melalui Sinergitas dan Kerjasama Instansi Pusat dan Daerah dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), yang dikoordinir oleh Menteri Dalam Negeri” Jelas Tito melalui zoom.
Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Gorontalo, Sutan Rusdi seusai rapat tersebut menyampaikan bahwa kita bersyukur, kekhawatiran akan tingginya inflasi Provinsi Gorontalo pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN ramadhan dan idul fitri) terobati dengan rilis data inflasi oleh BPS pada tanggal 2 Mei 2023 dan dimana Provinsi Gorontalo masuk dalam peringkat 3 inflasi terendah se Indonesia. Terkendalinya inflasi Provinsi Gorontalo baik ditingkat kota yang dihitung IHKnya dan Kabupaten yang tidak dihitung IHKnya tidak terlepas dari peran serta berbagai pihak baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Kabupaten se Provinsi Gorontalo, Bank Indonesia, Bulog serta pihak lainnya yang tergabung dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan dan Forkopimda.
Ditambahkan oleh Kepala Biro Pengendalian Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone bahwa Dalam kegiatan High Level Meeting TPID yang dilaksanakan pada awal bulan Ramadhan, Pak Gubernur Hamka Hendra Noer memintakan agar OPD pelaksana Pasar Murah dan Gelar Pangan Murah serta Bantuan Langsung Pangan Pemerintah Provinsi Gorontalo (BLP3G) untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatannya khususnya di Kota Gorontalo dan kabupaten lainnya, demikian pula dimintakan kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten untuk melaksanakan kegiatan sejenis di wilayah masing – masing, untuk ketersediaan beras dan minyak goreng dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pak Gubernur meminta kebijakan Pak Walikota dapat menyiapkan lapak strategis bagi Bulog di pasar sentral, sementara untuk mengantisipasi ketersediaan cabe pemerintah terus menggiatkan program Gerakan Masyarakat Ba Tanam Rica (Germas Batari) dan memaksimalkan program sektor lainnya yang sudah ada dalam Roadmap Pengendalian inflasi Daerah. Hal lain yang sangat membantu adalah adanya Bansos Beras dari Pemerintah Pusat bagi masyarakat kurang mampu se Provinsi Gorontalo (Data Kemensos) yang pendistribusiannya melalui kontrol Bulog.(*)









