banner dprd mkassar

Rupiah Hari Ini Bergerak di Kisaran Rp17.700 per Dolar AS, Pasar Masih Waspadai Tekanan Global

SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak di kisaran Rp17.700 per dolar AS pada awal September 2026. Pergerakan mata uang Garuda menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika dolar AS dan ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), kurs referensi JISDOR pada 1 September 2026 berada di level Rp17.727 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi 31 Agustus 2026 yang berada di Rp17.746 per dolar AS. 

Pada perdagangan Selasa (1/9/2026), rupiah di pasar spot juga sempat dibuka menguat ke sekitar Rp17.715 per dolar AS, naik 7 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.722 per dolar AS. 

Penguatan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh koreksi dolar AS di pasar global. Namun, pergerakan rupiah masih cenderung fluktuatif sehingga pelaku pasar tetap mencermati perkembangan ekonomi internasional.

Rupiah Masih Dibayangi Ketidakpastian Global

Analis menilai arah rupiah dalam perdagangan berikutnya masih akan dipengaruhi pergerakan dolar AS, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve, serta perkembangan geopolitik global.

Sebelumnya, rupiah mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian global. Pada 31 Agustus 2026, rupiah ditutup di sekitar Rp17.722 per dolar AS. 

Kondisi tersebut membuat level Rp17.700 menjadi salah satu perhatian pasar. Jika tekanan terhadap rupiah kembali meningkat, pergerakan menuju level yang lebih tinggi terhadap dolar AS masih berpotensi terjadi.

Sebaliknya, apabila dolar AS kembali melemah dan sentimen pasar membaik, rupiah memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan.

Pergerakan rupiah terhadap dolar AS tidak hanya menjadi perhatian investor, tetapi juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor, terutama untuk barang maupun bahan baku yang pembayarannya menggunakan dolar AS. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan tekanan terhadap biaya produksi sejumlah sektor.

Sebaliknya, rupiah yang lebih stabil dapat membantu memberikan kepastian bagi dunia usaha, khususnya perusahaan yang memiliki kebutuhan transaksi dalam valuta asing.

Bank Indonesia sendiri menggunakan JISDOR sebagai kurs referensi spot USD/IDR. Sementara Kurs Transaksi BI disajikan dalam bentuk kurs jual dan kurs beli valuta asing terhadap rupiah dan digunakan sebagai salah satu acuan transaksi BI dengan pihak ketiga. 

Dengan posisi rupiah yang masih berada di sekitar Rp17.700 per dolar AS, pelaku pasar kini menunggu perkembangan sentimen global dan kebijakan moneter AS.

Pergerakan indeks dolar, ekspektasi terhadap suku bunga The Fed, kondisi geopolitik serta arus modal asing akan menjadi sejumlah faktor penting yang dapat menentukan arah rupiah dalam perdagangan berikutnya.

Untuk masyarakat dan pelaku usaha, perkembangan kurs rupiah tetap perlu dicermati karena perubahan nilai tukar dapat berpengaruh terhadap harga barang impor, biaya produksi, perjalanan ke luar negeri hingga aktivitas perdagangan.

Data terakhir BI yang tersedia menunjukkan JISDOR 1 September 2026 berada di Rp17.727 per dolar AS. Sementara itu, nilai rupiah di pasar spot dapat berubah sepanjang jam perdagangan. 

PDAM Makassar