banner dprd mkassar

Terkait Dugaan Keracunan MBG di Toraja, RDP di DPRD Diwarnai Ketegangan

SUARACELEBES.COM, MAKALE – Rapat dengar pendapat (RDP) langsung digelar di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja terkait dugaan keracunan massal akibat Makanan Bergizi Gratis (MBG).

RDP yang berlangsung di ruang sidang paripurna ini, Jumat (4/8/2026) ini berlangsung tegang. Sejumlah orangtua murid yang hadir dalam pertemuan terbuka itu marah.

Sejak awal, pertemuan ini berjalan lancar. Namun, ketegangan muncul saat salah satu orangtua murid, Semuel Tumanan, diberi kesempatan menyampaikan uneg-uneg.

Sebagai orangtua, dia mengaku kecewa dengan pelayanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyajikan MBG ini.

Dia juga mengaku kaget saat anaknya tiba-tiba diare dan pusing dan langsung dilarikan ke Puskesmas Batusura, Kecamatan Rembon, tak jauh dari rumahnya.

“Kami minta pertanggungjawaban pihak SPPG. Bagaimana sebenarnya prosedur dan kenapa sehingga menu yang disajikan bisa seperti itu,” ujarnya dengan nada tinggi.

Dia sempat emosi saat mendengar jawaban dari mitra SPPG yang memberikan jawaban seenaknya dan dinilai melukai perasaan orangtua murid.

Sejumlah orangtua siswa lainnya mengungkapkan hal senada dan sepakat mendesak DPRD agar SPPG itu ditutup.

Ketegangan sempat berlangsung beberapa saat hingga mereda setelah beberapa anggota parlemen berusaha menenangkan.

Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Tana Toraja, Kendek Rante, dihadiri Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Tana Toraja Rudy Andilolo.

Rapat ini juga menghadirkan pihak mitra bersama kepala SPPG dan koordinator wilayah BGN Tana Toraja.

Terpisah, Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg meninjau langsung SPPG Batupapan 1 yang melayani penyaluran MBG ke sejumlah sekolah, termasuk Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Makale yang mengakibatkan seratusan siswa di sekolah itu mengalami keracunan massal.

Bupati Zadrak menyebutkan, sampel makanan dari menu MBG yang disantap siswa SMPN 1 dan 2 Makale sudah dikirim ke Makassar untuk diuji laboratorium di BPOM.

Dia mengatakan, hasil pemeriksaan sampel di BPOM Makassar akan memberikan titik terang penyebab keracunan yang dialami para siswa.

Sebelumya, terdapat 80-an siswa SMPN 1 Makale dilarikan ke tiga rumah sakit (RS) di Tana Toraja, Kamis (3/8/2026), karena mengalami mual, muntah, dan pusing setelah sehari sebelumnya mengonsumsi menu MBG dari dapur tersebut.

Sebanyak 25 siswa lainnya di SMPN 2 To’ Bo’ne Makale juga dilarikan ke RSUD Lakipadada akibat gejala yang sama. Sebagian besar dirawat inap karena mengalami dehidrasi.

Sebagian dari siswa dipulangkan ke rumah setelah kondisi kesehatannya pulih. (*)

PDAM Makassar