banner dprd mkassar

Tim UNIBOS Taklukkan CREATHON 2026, AISistenku Sapu Juara 1 Sekaligus Best Presentatio

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR — Gagasan berbasis kecerdasan buatan kembali mengantarkan mahasiswa Universitas Bosowa (Unibos) ke podium prestasi. Tim mahasiswa Fakultas Teknik Unibos sukses meraih Juara 1 sekaligus Best Presentation dalam ajang CREATHON 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika Fakultas Teknik (HMIF FT) Universitas Muhammadiyah Makassar pada 1–2 September 2026.

Prestasi tersebut diraih melalui karya “AISistenku”, sebuah aplikasi manajemen UMKM berbasis Agentic AI yang dikembangkan sebagai solusi digital untuk membantu kebutuhan pengelolaan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Tim yang membawa nama Universitas Bosowa dalam kompetisi tersebut terdiri atas Muhammad Ilhamsyah Mokhram sebagai ketua tim, bersama Taqil Sarwat Fayyadh dan Andika Palian. Ketiganya merupakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Bosowa yang menggabungkan gagasan teknologi dengan kebutuhan praktis dalam pengelolaan UMKM.

AISistenku menjadi karya yang diandalkan tim Unibos dalam menghadapi kompetisi. Aplikasi tersebut mengusung konsep Agentic AI, yaitu pemanfaatan kecerdasan buatan yang dapat membantu menjalankan proses secara lebih adaptif sekaligus mendukung pengguna dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan manajemen UMKM.

Gagasan tersebut menempatkan teknologi bukan sekadar sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai bagian dari solusi untuk menjawab tantangan pengelolaan UMKM di tengah perkembangan ekosistem digital. Kemampuan tim dalam mengembangkan ide sekaligus mengkomunikasikannya melalui presentasi turut mengantarkan AISistenku meraih dua penghargaan sekaligus.

Bagi Muhammad Ilhamsyah Mokhram, Taqil Sarwat Fayyadh, dan Andika Palian, raihan tersebut menjadi hasil dari proses panjang dalam mempersiapkan karya dan menghadapi kompetisi.

“Kami senang dan bangga karena pengorbanan kami untuk meraih juara akhirnya terbayarkan. Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi kami,” ungkap tim Universitas Bosowa.

CREATHON 2026 yang berlangsung di Menara Iqra Lantai 3 Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi pemanfaatan Artificial Intelligence, analisis data, dan teknologi digital dalam menciptakan inovasi.

Dalam kompetisi tersebut, peserta tidak hanya ditantang menghasilkan gagasan teknologi, tetapi juga bagaimana gagasan tersebut dapat dikembangkan menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kemampuan menyampaikan ide secara jelas dan meyakinkan menjadi bagian penting dalam proses kompetisi.

Raihan Best Presentation menjadi capaian tersendiri bagi tim Unibos. Penghargaan tersebut melengkapi keberhasilan AISistenku sebagai karya yang berhasil meraih posisi tertinggi dalam kompetisi.

Bagi tim, pengalaman tersebut juga memberikan pelajaran penting mengenai proses mengembangkan ide menjadi sebuah karya yang dapat dipresentasikan dan dipertanggungjawabkan di hadapan kompetitor maupun juri. Mereka menilai pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus mengasah kemampuan di bidang teknologi dan inovasi.

“Kami berharap hasil karya yang dibuat dapat bermanfaat terhadap masyarakat luas,” tutur tim.

Harapan tersebut menjadi langkah berikutnya setelah pencapaian di CREATHON 2026. Tim Unibos ingin AISistenku tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi dapat terus disempurnakan sehingga memiliki manfaat yang lebih luas, khususnya bagi pelaku UMKM.

Keberhasilan Muhammad Ilhamsyah Mokhram, Taqil Sarwat Fayyadh, dan Andika Palian memperlihatkan kemampuan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Bosowa dalam menerjemahkan perkembangan teknologi menjadi gagasan inovatif. Juara 1 dan Best Presentation yang diraih AISistenku sekaligus memperkuat catatan prestasi mahasiswa Unibos dalam kompetisi berbasis teknologi dan kreativitas.

Lebih dari dua penghargaan yang dibawa pulang, capaian ini menunjukkan bahwa ruang kompetisi dapat menjadi tempat mahasiswa menguji ide, membangun kemampuan komunikasi, sekaligus mengembangkan solusi yang memiliki relevansi dengan persoalan nyata.

Melalui prestasi AISistenku, Universitas Bosowa kembali melihat potensi mahasiswa sebagai penggerak inovasi—mendorong gagasan untuk tidak berhenti di ruang akademik, tetapi terus dibawa ke ruang kompetisi dan dikembangkan menjadi solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat.

PDAM Makassar