banner dprd mkassar

Satgas Pilwali Bersih Pantau Verifikasi Faktual KTP, Tim Independen Panik 

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR- Satgas Pilwali Bersih melakukan pemantauan terhadap proses verifikasi faktual dukungan KTP calon independen di 15 Kecamatan, 153 Kelurahan se-Kota Makassar. Hanya saja, pemantauan yang dilakukan satgas pilwali tersebut membuat panik oknum tertentu di Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala.

“Tim hanya bertanya kapan verifikasi faktual dukungan KTP dilakukan, karena sampai jam sepuluh pagi belum ada tanda- tanda verifikasi akan dilakukan. Tapi, setelah bertemu dan Panwascam Manggala jelaskan, jika data masih di PPK, tidak ada lagi masalah, tim maklumi, ungkap Accunk, Ketua PAC NasDem Kecamatan Manggala, Selasa (12/12).

“Tujuan kami turun memantau adalah ingin membantu kinerja KPU, Panwaslu dan jajarannya. Tidak ada itu merecoki kerja- kerja PPS, jangan dipelintir. Kami tahu batasan yang bisa dilakukan saat melakukan pemantauan,” tambah Accunk.

Accunk justeru mengaku heran, karena ada pihak yang ketakutan kinerja PPS di pantau. Sementara, KPU, Bawaslu, Panwaslu, justeru memberi ruang kepasa siapa saja yang ingin ikut berpartisipasi memantau proses verifikasi faktual dukungan KTP calon independen.

“Yang jadi aneh, karena ada yg ketakutan berlebihan kalau PPS dipantau. Ini semakin menambah keyakinan bahwa ada KTP warga yang dibegal,” tambah Accunk.

Untuk proses verifikasi faktual di Kelurahan Biring Romang, Tim Pilwali Bersih menurunkan lima orang tim pemantau. Yakni, Saiful dari Partai Nasdem, Firdaus dari Partai Hanura, Erwin dari PPP, dua orang berasal dari Tim Makassar Maju untuk Parpol, Muh.Ansar dan Rahman.

Sementara tim hukum pilwali bersih, Yusran, menampik jika tim pemantau yang diturunkan disebut merecoki kerja- kerja PPS. Menurutnya, tim yang diturunkan sudah dibekali tentang batasan- batasan saat melakukan pemantauan.

“Kami menurunkan tim pemantau, karena banyak laporan yang masuj, banyak KTP warga yang dibegal untuk syarat dukungan calon independen. Informasi ini yang ingin kami pastikan kebenarannya. Sepanjang, KTP yang diverifikasi KPU betul- betul murni dari dukungan warga, tidak usah panik. Kecuali, kalau KTP itu hasil begal,” pungkas Yusran. (*)

PDAM Makassar