SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Maros 2020, tinggal dua bulan lagi. Masing-masing tim pasangan calon (paslon) mulai memassifkan mesin kemenangannya. Namun, hal itu nampak tidak terlihat sama sekali dipaslon Tajerimin-Havid S Pasha (Tahfiz).
Paslon nomor urut 1 usungan Golkar itu, sampai hari ini sama sekali tidak memperlihatkan peningkatan elektabilitas yang signifikan. Bahkan sejumlah wilayah yang merupakan basis pemenangan partai pengusungnya hampir ludes digrogoti tim paslon lain.
Misalnya, Kecamatan Mallawa yang dikenal sebagai lumbung suara Golkar pemilu Maros 2019 lalu, kini malah banyak yang beralih ke paslon bukan usungan Golkar.
Hal ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi publik ada apa dengan Golkar. Keseriusannya dalam mengusung kader dalam kontestasi politik perlahan memudar, tentu kondisi ini akan sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan publik pada pemilu akan datang.
Pengamat politik Nurmal mengatakan, Selasa (13/10/2020) semestinya paslon usungan Golkar di Pilkada Maros berpeluang besar untuk menang, jika melihat hasil perolehan suara di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tahun lalu.
“Paslon usungan Golkar harusnya memanfaatkan dengan baik keunggulan itu dengan cara sporadis menggerakkan mesin Golkar yang lengkap karena merupakan partai pemenang,” katanya.
Namun, sangat disayangkan lantaran kondisi itu tidak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada. Dari sisi elektoral pasangan Tajerimin-Hafid S Pasha, tertinggal cukup jauh dari dua paslon lain yakni Chaidir Syam-Suhartina Bohari dan Harmil Mattotorang-Ilham Nadjamuddin.
“Harus diakui bahwa pasangan dengan tagline Tahfiz ini masih tertinggal dibanding dua paslon lain. Tentu harus mendapat perhatian segera dari tim mereka,” ujarnya.
Bahkan issue yang berkembang hari ini bahwa terjadi konflik di internal partai beringin itu. Kabarnya ketua DPD Golkar Maros A. Aso Patarai Amir, berselisih dengan pengurus Golkar hingga mengakibatkan kader-kader lain tidak maksimal di Pilkada kali ini.
pasangan tajrimin – havid Pasha merupakan pasangan calon bupati dan wakil bupati yang mengantongi rekomendasi partai politik terbanyak yakni 15 kursi dari 4 parpol yakni PKB , Gerindra , Demokrat dan Golkar.(*)









