banner dprd mkassar

Pembina Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta Sampaikan Kiat Sambut Ramadhan

SUARACELEBES.COM, YOGYAKARTA – Jelang Ramadhan 1444 Hijriah, Andre Hariyanto selaku Pembicara di Lembaga AR Learning Center dan Pembina Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta mengucapkan Marhaban Yaa Ramadhan.

Andre juga mengingatkan bahwa tak terasa hari demi hari telah dilalui hingga sebentar lagi umat islam akan menyambut kedatangan bulan yang penuh berkah, ampunan, dan rahmat, yaitu bulan ramadhan.

“Selamat datang Ramadhan yang kita rindukan dan nantikan selalu. Lalu apa yang telah kita persiapkan untuk menyambut kedatangan tamu yang agung, yang membawa kebaikan dunia dan akhirat?,” ujar Andre, Minggu (05/03/2023).

“Kita yakin Ramadhan pasti datang, akan tetapi tidak ada seorangpun dari kita yang yakin dan memastikan bahwa ia akan bertemu dengan Ramadhan, kita hanya bisa berharap dan berdoa,” lanjutnya.

Dia juga mengatakan, salah nikmat yang harus banyak disyukuri meski oleh seorang yang lalai adalah nikmat ditundanya ajal dan sampainya orang tersebut di bulan Ramadhan.

“Tentunya jika diri ini menyadari tingginya tumpukan dosa yang menggunung, maka pastilah kita sangat berharap untuk dapat menjumpai bulan Ramadhan dan mereguk berbagai manfaat didalamnya,” jelas Andre.

“Betapa Allah ta’ala senantiasa melihat kemaksiatan kita sepanjang tahun, tetapi dia menutupi aib kita, memaafkan dan menunda kematian kita sampai bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan,” lanjutnya lagi.

Sesuatu yang agung dan mulia membutuhkan persiapan yang cukup untuk menyambutnya, persiapan disini bukan hanya dengan menunggu datangnya bulan Ramadhan. Tetapi persiapan disini adalah mempersiapkan bekal untuk bekal di bulan Ramadhan.

“Memperbanyak doa, semoga Allah memuliakan kita semua bertemu dengan Ramadhan dalam keadaan sehat wal alfiat dan kita diberi pertolongan untuk melalukan ketaatan didalamnya. Dahulu para generasi salaf mereka sangat banyak berdoa untuk bersua dengan Ramadhan dan agar amalan mereka diterima oleh Allah,” pungkasnya.

Selain itu, Andre mengingatkan agar bertaubat sebelum memasuki bulan yang suci ini. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dari totalitas seseorang menghadapi Ramadhan.

“Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan,” kata Andre.

Selain bertaubat, orang juga harus pahami bahwa untuk mudah melakukan kebaikan di bulan Ramadhan, itu semua atas kemudahan dari Allah. Jika seseorang terus pasrahkan pada diri sendiri, maka ibadah akan menjadi sulit untuk dijalani karena diri dari seseorang itu sebenarnya begitu lemah.

“Oleh karena itu, hendaklah kita banyak bergantung dan tawakkal pada Allah dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Terus memohon do’a pada Allah agar kita mudah menjalankan berbagai bentuk ibadah baik shalat malam, ibadah puasa itu sendiri, banyak berderma, mengkhatamkan atau mengulang hafalan Qur’an dan kebaikan lainnya,” ujar Pembina Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta ini.

Selain itu, seseorang juga harus memiliki bekal ilmu sebelum memasuki bulan Ramadhan, seperti ilmu tentang ayat-ayat dan hadits-hadits Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam yang menguraikan tuntunan ibadah puasa hingga hari raya.

“Ilmu tentang hukum-hukum islam yang berkaitan dengan puasa, tarawih, zakat, dan lain sebagainya. Ilmu ini akan bisa kita peroleh dengan menyimak keterangan para ulama, karya-karya mereka, arahan dan nasihat mereka untuk menyambut dan menjalani ibadah di bulan mulia,” jelas Andre.

“Tujuannya, agar ibadah kita membuahkan manfaat, berfaedah, dan tidak asal-asalan. ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz berkata, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan.” (Al Amru bil Ma’ruf, hal. 15),” lanjutnya.

Persiapan melatih membiasakan diri dengan memperbanyak amal. Rasulullah memberikan contoh kepada umatnya untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut puasa.

“Aisyah pernah berkata, “Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari),” pungkasnya.

Ibadah lain juga harus dipersiapkan seperti perbanyak tilawah, shalat malam, dan shalat fardhu berjamaah di masjid. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Sya’ban kadar keimanan seseorang sudah meningkat.

“Boleh diumpamakan bulan Sya’ban adalah masa warming up (pemanasan) sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu sudah menjadi hal yang biasa. Abu Bakr al Warraq al Balkhi rahimahullah mengatakan, “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk mengairi dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen,” katanya lagi.

Oleh: Andre Hariyanto, Pembicara di Lembaga AR Learning Center & Pembina Yayasan Pusat Pembelajaran Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta

PDAM Makassar