Guru Pasutri Bom Bunuh Diri Katedral Makassar Divonis 5 Tahun Penjara

Bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar (CNNindonesia.com)
Pemkot Makassar SC
PDAM MAKASSAR

SUARACELEBES.COM, JAKARTA – Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menjatuhkan vonis 5 tahun penjara kepada Bustar (40), seorang guru dari pasangan suami-istri (pasutri) pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 28 Maret 2021 lalu.

Guru tersebut terbukti memimpin pembacaan sumpah setia atau baiat kepada pemimpin ISIS Abu Bakar Albaghdadi sebagai tindak pidana terorisme, dimana sumpah setia itu dilakukan di Perumahan Villa Mutiara, Limboto, Sulsel, pada pertengahan 2019.

“Menyatakan terdakwa Bustar Lc alias Ustad Bustar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana terorisme. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan penjara selama 5 tahun,” demikian bunyi putusan majelis hakim dikutip di website resmi PN Jaktim.

Dalam putusan majelis hakim, Bustar diberatkan dengan perbuatan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana terorisme. Sedangkan yang meringankan, Bustar bersikap sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya.

Bustar juga rutin memberikan kajian-kajian keagamaan, namun Bustar diduga menyampaikan kajian yang tidak umum yang biasa diberikan ustaz lainnya..

Paham yang diajarkan Bustar adalah paham radikal. Yang berakibat orang yang ikut kajian Bustar mengalami proses radikalisasi. Hal itu terlihat dari keterlibatan para murid-muridnya dalam tindak pidana terorisme.

Saat ini adalah lebih dari 40 murid Bustar menjadi terdakwa tindak pidana terorisme. Dalam jaringan ISIS, posisi Bustar ini disebut sebagai ideolog ISIS.

BAPENDA Makassar SC
Pangkep SC