SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Ruang Kolaborasi Perempuan (RKP) menyelenggarakan kegiatan AI Accelerator yang berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Universitas Hasanuddin, pada Selasa (14/4/2026) pukul 14.00–16.00 WITA.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir Departemen Ilmu Politik sebagai upaya mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja berbasis teknologi.
Program ini hadir sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang berdampak pada berbagai sektor.
Melalui pelatihan ini, mahasiswa diberi keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta memanfaatkan teknologi secara produktif.
Endang Sari, Sekretaris Departemen Ilmu Politik Unhas dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama RKP ini, dan berharap mahasiswa bisa memahami dan terampil menggunakan kecerdasan buatan dalam memahami proses kebijakan publik, dinamika politik, strategi kampanye hingga interaksi antar aktor politik.
“Hari ini kita harus berdampingan dengan AI dan jadikan AI sebagai tools dan teman belajar untuk memahami kompleksitas politik dan tentu itu harus dilakukan secara bertanggung jawab”.
Project Koordinator AI Accelerator, Ita Masita Ibnu, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memitigasi dampak ketimpangan digital.
“Kami melihat perkembangan teknologi yang sangat masif berpotensi memperlebar kesenjangan, khususnya bagi kelompok marginal. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pengetahuan dasar dan kapasitas agar mereka siap beradaptasi dengan AI,” ujarnya.
Dalam kegiatan ini, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari pembuatan CV yang menarik, penyusunan surat lamaran kerja, strategi menghadapi wawancara, hingga membangun portofolio digital dengan memanfaatkan tools AI. Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif global yang didukung oleh AVPN, Google.org, dan ADB.
Salah satu peserta, Guswitha Nurpadilah, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam memanfaatkan AI.
“Saya ingin lebih aware dalam penggunaan AI, terutama untuk efisiensi waktu dalam memahami informasi. AI juga sangat membantu dalam menganalisis kasus politik, bahkan berpotensi untuk mengembangkan sistem pemantauan hoaks secara real time,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kritis dan strategis dalam menghadapi tantangan era digital.










