Pemkab Wajo Gekar Sidak di Pusat Perbelanjaan

Gerinra Sulawesi Selatan

SUARACELEBES.COM, WAJO – Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo di sejumlah pasar di Kabupaten Wajo berbuah hasil. Puluhan bungkus rokok yang terindikasi ilegal ditemukan dan sudah dijajakan.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Wajo Andi Musdalifah Z menjelaskan, Sidak yang dilaksanakan oleh Pemkab Wajo tersebut, juga dihadiri Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Parepare dan Biro Perekonomian Pemprov Sulsel.

“Sidak dilakukan di dua pasar berbeda, yakni, Pasar Sempang’e Kecamatan Tanasitolo dan Pasar Salojampu Kecamatan Sabbangparu. Bertujuan melakukan pembinaan untuk sementara kepada penjual rokok,” ujarnya, Selasa, 24 April.

Pada kegiatan tersebut, kata Musdalifah, ditemukan puluhan bungkus rokok berbagai jenis yang terindikasi ilegal, 16 merek di Pasar Sempang’e dan tiga merek di Pasar Salojampu.

“Karena isi rokok tersebut tidak sesuai dengan label. Pada label tertera isi 12 batang rokok, tapi isi 20 batang, ada juga 20 batang tapi 30 batang. Itu dilakukan untuk mendapatkan pajak yang murah,” tegasnya.

Dia menambahkan, nantinya 19 sampel rokok yang terindikasi ilegal tersebut nantinya, akan dilaporkan ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kantor Wilayah Sulawesi.

Sementara, Kepala Unit Kepatuhan dan Pelaksanaan Tugas, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Parepare, Firman menyampaikan, untuk sementara pihaknya belum melakukan langkah penyitaan, terhadap puluhan rokok yang terindikasi ilegal. Karena Sidak yang dilakukan masih dalam batas pembinaan.

“Jadi kedepannya kalau penjual tersebut, kembali menjual rokok yang sama. Maka akan dilakukan tindakan tegas, berupa penyitaan dengan kegiatan operasi pasar,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, pedagang di Pasar Mini Tokampu, Ridwansyah menjelaskan, seharusnya Pemkab Wajo rutin setiap bulannya melakukan Sidak. Supaya barang jualan yang masuk di Wajo tetap terkontrol.

“Karena kalau tidak, akan merugikan pedagang yang taat aturan. Sebab konsumen lebih tertarik pada rokok ilegal lantaran harganya lebih murah,” keluhannya.(*)

Andi Muhammad Fadli