banner dprd mkassar
DAERAH  

Petani Sawit Mitra PTPN IV Cetak Produktivitas Tinggi, Siap Dukung Implementasi B50

SUARACELEBES.COM, PEKANBARU – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dijalankan PTPN IV PalmCo melalui Regional III menunjukkan hasil menggembirakan. Ribuan petani mitra yang mengikuti program tersebut berhasil mencatat produktivitas tanaman menghasilkan usia tiga tahun (TM-3) mencapai 23,94 ton per hektare per tahun, melampaui standar produktivitas yang ditetapkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) sebesar 19 ton per hektare per tahun.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa peremajaan kebun sawit rakyat mampu meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat daya saing sektor perkebunan nasional. Regional Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, mengatakan capaian tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga mendukung agenda strategis pemerintah di sektor energi.

Menurut Bambang, program PSR yang terus didorong Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, diharapkan mampu menjadi penopang implementasi kebijakan biodiesel B50 yang akan mulai diterapkan pada Juli 2026.

“Kami ingin turut ambil bagian dan berkontribusi meningkatkan produksi CPO nasional dengan memperkuat petani sawit sehingga produksi rekan-rekan petani meningkat dan pada akhirnya bisa mendukung kebijakan pemerintah untuk menjadikan sawit sebagai sumber energi baru terbarukan,” ujarnya.

Penerapan biodiesel B50 yang dijadwalkan berlaku mulai 1 Juli 2026 diproyeksikan memberikan dampak besar bagi perekonomian nasional. Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun sepanjang tahun melalui pengurangan impor bahan bakar minyak jenis solar dan peningkatan pemanfaatan biodiesel berbasis kelapa sawit.

Secara keseluruhan, PTPN IV Regional III telah membangun kemitraan plasma seluas sekitar 56.500 hektare yang melibatkan lebih dari 28.000 petani sejak perusahaan berdiri. Saat ini, ribuan petani mitra tengah menjalani proses peremajaan untuk mengganti tanaman sawit yang telah tua dengan bibit unggul yang lebih produktif.

Bambang menegaskan, keberhasilan program PSR tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) yang selama ini menjadi mitra strategis perusahaan dalam mengakselerasi pelaksanaan program di lapangan.

Selain fokus pada peremajaan kebun, PTPN IV Regional III juga aktif meningkatkan produktivitas petani melalui penyediaan bibit unggul bersertifikat. Sejak program tersebut diluncurkan pada 2019, perusahaan telah menyalurkan sedikitnya 2,56 juta bibit sawit unggul kepada sekitar 8.900 petani.

Keberhasilan kemitraan tersebut, lanjut Bambang, ditopang oleh penerapan pola single management yang transparan sehingga mampu membangun kepercayaan antara perusahaan dan petani. Melalui pola itu, seluruh tahapan budidaya di kebun petani disesuaikan dengan standar perusahaan, mulai dari penumbangan tanaman tua, penggunaan bibit unggul bersertifikat, proses penanaman, pemupukan, hingga pemeliharaan.

Tak hanya menyediakan bibit, PTPN IV juga memberikan pendampingan intensif, penguatan kelembagaan koperasi, serta berbagai pelatihan bagi petani guna meningkatkan kapasitas dan pengetahuan mereka dalam mengelola perkebunan yang produktif dan berkelanjutan.

Dengan target perluasan program PSR yang terus ditingkatkan serta dukungan bibit unggul dan penguatan aspek keberlanjutan, PTPN IV Regional III optimistis sektor sawit rakyat di Riau akan semakin berkembang, memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

PDAM Makassar