banner dprd mkassar
HUKUM  

Alumni Pondok Pesantren Gombara 1987-1993 Layangkan Surat Peryataan Sikap ke Ketum PP Muhammadiyah, Terkait Kisruh Ini

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Almuni Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara Angkatan 1987-1993 telah melayangkan surat pernyataan sikap ke Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait penyelesaian kisruh Pesantren Gombara dan pemberhentian Mudir KH. ahmad Tawalla dan kawan-kawan, Selasa (23/11/2021).

Dalam surat pernyataan sikap yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum IPM/OSPM Gombara 1992-1993, Dr. Syamsuddin Radjab, S.H, M.H, M.M, berisi masalah yang terangkum sebagai berikut :

– Program penataan dan reformasi pembinaan Pesantren Gombara tampaknya tidak mendapat dukungan dari dua orang oknum anggota Badan Pembina Pesantren (BPP) yakni Drs. H. Muh. Natsir, M.Si. (Selanjutnya disebut MN) dan Drs. Syamsuriadi P. Salenda, MA. (selanjutnya disebut SPS) terutama dalam penataan guru-guru yang tidak berkompeten.

– MN dan SPS patut diduga telah melakukan provokasi dan perlawanan kepada Mudir Pesantren Gombara dengan memengaruhi guru-guru yang tidak berkompeten yang mungkin terdampat penataan sistem yang sedang diemban oleh Mudir Pesantren, terutama rencana rekrutmen guru bahasa arab.

– Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang membentuk Tim Empat merupakan hal wajar dalam melakukan tugas sebagai pencari fakta (fact finding), namun tetap harus dalam kerangka kerja yang objektif, adil, rasional, Independen dan bertanggungjawab.

– PWM seharusnya dapat menerima keinginan audiens Mudir dkk tanpa menunggu hasil tim 4 (empat) dan dimaknai sebagai aspirasi atau masukan untuk melihat masalah dari sebuah perspektif yang lebih luas sekaligus sebagai bahan analisis PWM dalam membuat keputusan.

Berdasarkan permasalahan yang ada, pihak Alumni Pondok Pesantren Gombara Angkatan 1987-1993 memberikan masukan serta saran guna menyelesaikan kisruh yang terjadi di Pesantren Muhammadiyah Arqam Gombara ini, berisi sebagai berikut :

1. Agar Mudir dan kawan-kawan membuat surat kronologis lengkap disertai dengan penilaian kinerja tim 4 (empat) yang dibentuk PWM Sulsel dan sikap PWM Sulsel sendiri yang ditujukan kepada PP. Muhammadiyah ditembuskan ke ALUMNI GOMBARA dibawah surat untuk memberikan informasi yang berimbang dari pihak Mudir dan kawan-kawan.

2. Berdasarkan surat tersebut Alumni Gombara seluruh Indonesia/Dunia dapat melibatkan diri dalam kisruh ponpes Gombara untuk penyelesaian kisruh secara menyeluruh.

3. Dalam surat itu pula, Mudir dkk meminta atensi PP Muhammadiyah agar menurunkan Tim Independen serta mengambil-alih pengelolaan Gombara dalam waktu yang tidak ditentukan sampai selesainya dan keluarnya keputusan PP Muhammadiyah terkait masalah yang terjadi.

4. Alumni Gombara akan melakukan konsolidasi secara nasional untuk menyelamatkan Gombara dari oknum pengurus Muhammadiyah Sulsel yang bermental SERAKAH dan PENYEBAR FITNAH yang dapat berakibat hilangnya kepercayaan publik dan orang tua kepada kelembagaan ponpes Gombara yang sudah dibangun dengan susuah payah dan penuh perjuangan sejak kepemimpinan KH. Abd. Jabbar Ashiry hingga saat ini.

5. Perlunya desakan oleh seluruh alumni Gombara kepada masing-masing PDM/PWM seluruh Indonesia dan puncaknya kepada PP Muhammadiyah, terutama bidang terkait pendidikan, agar membentuk tim yang independen untuk melihat persoalan kisruh ini secara jernih serta merumuskan solusi terbaik untuk pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Gombara sebagai aset Muhammadiyah, agama, bangsa dan negara yang mesti dipelihara dan diselamatkan.

6. Dalam masa waktu 3 (tiga) bulan, apabila PWM Sulsel dan PP Muhammadiyah tidak dapat menyelesaiakan kisruh Ponpes Gombara secara tuntas, adil dan transparan maka alumni Gombara, terutama Angkatan 1987-1993 akan melakukan konsolidasi besar-besaran dalam pengambilalihan Ponpes Gombara dan akan dibentuk Dewan Pembina Pesantren yang memiliki reputasi, integritas dan kepercayaan publik tinggi terutama mereka yang tidak lagi berpikir ‘Mencari Hidup di Muhammadiyah’.

Itulah isi surat pernyataan sikap yang telah dilayangkan kepada Ketua Umum Muhammadiyah terkait kisruh yang terjadi di Pondok Pesantren Gombara.(*)

PDAM Makassar