Oleh: Darmawan, S.Psi.,S.H.
SUARACELEBES.COM, MALINO – Keberhasilan Universitas Bosowa dalam mencetak generasi unggul tidak hanya bertumpu pada aktivitas akademik di dalam ruang kuliah. Di balik layar, ada peran strategis Tenaga Kependidikan (Tendik) yang memastikan roda operasional, administrasi, hingga pelayanan operasional universitas berjalan presisi, profesional, dan berkelanjutan.
Namun, tingginya tuntutan pelayanan dan pola kerja formal yang rutin kerap memunculkan tantangan tersendiri: komunikasi lintas unit yang kurang cair, munculnya sekat-sekat antar fakultas, hingga potensi kejenuhan kerja. Mengatasi gap mentality ini membutuhkan ruang interaksi informal yang segar dan bermakna.
Dalam rangka memperkuat sinergi di luar ruang kerja diadakan program pengembangan SDM berbasis experiential learning bertajuk “Growing Stronger Together : Bersama Kita Tumbuh Lebih Kuat”.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai ajang rekreasi, melainkan sebagai investasi strategis untuk memperkuat employee engagement dan membangun budaya kerja kolaboratif. Kegiatan tersebut diselenggarakan di De’Rudal Villa Malino Kab. Gowa, 22 hingga 23 Agustus 2026 yang dihadiri oleh 106 peserta yang terdiri dari unsur pimpinan, kepala biro dan staf tenaga kependidikan.
Melalui simulasi permainan kelompok dan aktivitas luar ruangan, program ini difokuskan pada lima pilar utama:
•Sinergi & Soliditas: Mengikis sekat antarunit kerja untuk menciptakan satu tim yang padu.
•Komunikasi Efektif: Melatih keterbukaan dan koordinasi yang lebih fleksibel.
•Trust Building: Membangun rasa saling percaya dan empati antarpegawai.
•Penyegaran Motivasi: Mengembalikan semangat kerja (re-energizing) guna meningkatkan produktivitas.
•Sense of Belonging: Menumbuhkan rasa memiliki yang kuat terhadap visi Universitas Bosowa.
Menurut Head Divisi HR & GA DarmawanSuasana sejuk Malino menjadi latar ideal bagi peserta untuk melepas penat sejenak dari rutinitas kantor. Melalui pendampingan fasilitator profesional dari Lontara Institute, setiap tantangan dalam kegiatan ini dirancang untuk memicu problem solving, leadership, dan kerja sama tim.
“Dampak terbesar yang diharapkan dari kegiatan ini bukan hanya keceriaan di lokasi outbound, melainkan bagaimana semangat kebersamaan tersebut membawa dampak nyata pada operasional sehari-hari,” ucap Darmawan.

Sementara itu, hubungan tenaga pendidik yang kini lebih cair dengan digelarnya kegiatan outbound ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayan publik, mempercepat koordinasi antarunit, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif.
”Ketika setiap individu saling percaya dan melangkah dalam satu irama, tantangan sekompleks apa pun akan menjadi peluang untuk tumbuh bersama,” tutup Darmawan.









