banner dprd mkassar

Langkah Nyata Adolf Julius Nanlohy Wujudkan Inklusivitas Digital Bersama Ekosistem Google di Universitas Bosowa

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Berada di persimpangan dua disiplin ilmu yang berbeda memberikan sudut pandang tersendiri dalam melihat tantangan literasi dan teknologi di era modern.

Sebagai mahasiswa double degree yang mendalami Hubungan Internasional sekaligus Manajemen, rutinitas harian saya menuntut adaptasi kognitif yang dinamis mulai dari membedah isu diplomasi dan kebijakan publik, hingga mengeksekusi strategi manajemen, administrasi, serta keuangan pada entitas bisnis kreatif.

Di tengah padatnya aktivitas akademik dan profesional tersebut, saya menyadari satu realitas yang cukup memprihatinkan: tingginya tembok eksklusivitas teknologi.

Banyak rekan mahasiswa dari disiplin non-IT yang masih merasa canggung, terintimidasi, bahkan enggan menyentuh potensi kecerdasan buatan AI (Artificial Intelligence) akibat stereotip bahwa teknologi canggih hanya diperuntukkan bagi mereka yang berlatar belakang ilmu komputer/teknologi informasi saja.

Enggan tinggal diam melihat jurang pemisah literasi tersebut, saya memilih untuk mengambil tindakan konkrit.

Langkah ini diawali lewat proses seleksi nasional yang amat kompetitif, hingga akhirnya saya dipercaya menjadi bagian dari 2.000 Google Student Ambassador (GSA) Indonesia terbaik di antara 81.800+ pendaftar dari 1.900+ universitas di seluruh negeri.

Bagi saya, amanah ini bukan sebatas pencapaian personal atau gelar kehormatan semata. Lebih dari itu, peran ini merupakan sebuah tanggung jawab kepemimpinan untuk meruntuhkan stigma eksklusivitas teknologi dan membuka kran inklusivitas digital bagi seluruh mahasiswa di Universitas Bosowa melalui optimalisasi Ekosistem Google.

Langkah awal perjuangan ini saya wujudkan secara bertahap melalui rekam jejak program yang terukur dan berdampak luas. Pada fase awal di Tier Rising Star (Top 500), saya menginisiasi dua program edukasi pembuka untuk membuka wawasan dasar rekan-rekan mahasiswa mengenai potensi kolaborasi bersama AI:

1. Event 1 (Rising Star): “The Future Navigator: Membedah Peluang GSA & Transformasi Belajar dengan Gemini” sebuah sesi pengenalan taktis yang membuka mata mahasiswa non-IT tentang bagaimana kepemimpinan digital dan peran GSA dapat mengakselerasi cara kita belajar di era modern.

2. Event 2 (Rising Star): “The Digital Leader: Eksplorasi Peluang GSA & Optimalisasi Gemini bagi Mahasiswa” fokus pada pengembangan pola pikir kepemimpinan serta strategi pemanfaatan Gemini sebagai mitra berpikir kritis dalam berorganisasi dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah.

Konsistensi pergerakan ini berlanjut semakin masif saat saya berhasil menembus Tier Achiever (Top 50). Di tingkat ini, saya mengeksekusi 4 acara edukasi yang dirancang secara lebih mendalam untuk menanamkan formula penulisan instruksi (prompting) yang efektif, etis, dan tervalidasi di lingkungan akademis:

1. Event 1 (Achiever): “The Wise Co-Pilot: Menumbuhkan Kebiasaan Pemanfaatan AI yang Sehat Melalui Formula Prompting Tepat di Gemini Canvas” mengajarkan mahasiswa cara memetakan alur gagasan ilmiah dan kerangka kerja visual secara terstruktur.

2. Event 2 (Achiever): “The Valid Explorer: Penerapan Etika Pencarian Sumber yang Valid Menggunakan Formulasi Prompting Taktis pada Gemini Deep Research” membimbing mahasiswa melakukan penelusuran literatur global yang kredibel dan terverifikasi secara multi-tahap.

3. Event 3 (Achiever): “The Conscious Mind: Membangun Paradigma Penggunaan AI yang Sehat Berbasis Strategi Prompting pada Gemini Canvas” menekankan pentingnya menjaga kesadaran kritis agar AI tidak menggantikan daya pikir manusia.

4. Event 4 (Achiever): “The Trusted Navigator: Menjaga Etika Pencarian Sumber yang Valid Lewat Strategi Prompting Kritis di Gemini Deep Research” melatih ketajaman mahasiswa dalam menyaring data dan menjaga akuntabilitas informasi ilmiah.

Puncak dari komitmen kepemimpinan ini membuahkan hasil membanggakan ketika proposal kegiatan yang saya ajukan berhasil menembus Top 40 Nasional untuk Tier Trailblazer.

Kualifikasi tingkat lanjut ini menuntut pelaksanaan sebuah panggung edukasi akbar berkapasitas minimal 100 orang sebagai syarat penentu menuju Top 10 Nasional GSA Indonesia. Sebagai bentuk perwujudan dari program resmi Google Indonesia, saya merancang dan memimpin langsung agenda High-Impact bertajuk “Gemini A.R.T.S. (Academic Research, Technology, & Smart-Skills)” yang mengusung tema “Igniting Creative Intelligence, Multidisciplinary Innovation, & Digital Ethics in the AI Era”.

Diselenggarakan pada Rabu, 22 Juli 2026 berlokasi di Auditorium (Community Space) Nipah Park Office, Nipah Mall, Makassar, kegiatan akbar ini sukses menghadirkan lebih dari 150 mahasiswa aktif dari berbagai disiplin ilmu.

Guna menghadirkan dampak yang holistik dan kolaboratif, acara ini diintegrasikan secara langsung dengan pameran karya visual mahasiswa Hubungan Internasional dengan tema “Global Collective Memory” dan bertajuk “Sound From Nipah x Pameran di Kelas Vol 6”

Dalam agenda Gemini A.R.T.S. ini, saya menyusun Kurikulum Pokok (Core Curriculum) yang terbagi ke dalam tiga sesi utama yang komprehensif:

1. Sesi 1: Gemini & AI Mode Integration (Main Session)
Disampaikan langsung oleh saya, Adolf Julius Nanlohy selaku Google Student Ambassador Indonesia 2026. Dalam sesi ini, saya membawakan pemaparan visi GSA, eksplorasi fitur ekosistem Google AI (Gemini Canvas, Deep Research, Gemini Nano, hingga Guided Learning), pengenalan kekuatan arsitektur Gemini 3.5 (Flash-Lite, Flash, dan Pro), navigasi AI Mode dalam Google Search, serta teknik dasar Prompt Engineering yang praktis bagi mahasiswa pemula.

1. Sesi 2: Digital Ethics in the AI Era
Dihadirkan bersama narasumber Ayu Kartika Julianingsih Tas’an, S.IP., MA (Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Bosowa). Sesi ini membahas secara tegas urgensi etika digital di ranah akademis, batasan regulasi plagiarisme dalam penggunaan Generative AI, serta panduan menjaga integritas ilmiah dan akuntabilitas kekayaan intelektual.

1. Sesi 3: Academic Research with NotebookLM
Dipandu oleh narasumber Raditya Erlangga, S.IP., M.Si. (Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Bosowa). Sesi ini memberikan panduan praktis mengorganisasi, merangkum, dan membedah ratusan dokumen ilmiah serta jurnal internasional secara personal dan inklusif, termasuk pemanfaatan fitur Audio Overview (podcast) dan pembuatan draf presentasi menggunakan platform NotebookLM.

Melihat antusiasme ratusan mahasiswa non-IT yang hadir mereka yang sebelumnya merasa ragu dan asing dengan teknologi, kini melangkah keluar ruangan dengan kepercayaan diri baru dalam mendayagunakan Google AI secara etis memberikan kepuasan batin yang sangat mendalam bagi saya. Kami berhasil membuktikan bersama bahwa kecerdasan buatan bukan lagi panggung eksklusif milik sekelompok orang, melainkan jembatan inklusif yang siap memberdayakan siapa saja untuk melahirkan karya-karya inovatif.

Perjalanan dari pendaftaran awal hingga menembus tahap ini mengajarkan saya satu hal mendasar: pemenang di era disrupsi teknologi bukanlah mereka yang memilih untuk pintar sendirian, melainkan mereka yang mampu merangkul sesamanya untuk belajar dan bertumbuh bersama. Dalam memimpin pergerakan ini, saya senantiasa memegang teguh tiga pilar utama pendorong perubahan:

1. Lead: Berani mengambil peran terdepan untuk memimpin dan menggerakkan perubahan positif di lingkungan sekitar.

2. ⁠Innovate: Berani mendobrak batas zona nyaman untuk melahirkan solusi kreatif tanpa terbelenggu latar belakang jurusan.

3. ⁠Inspire: Menginspirasi dan merangkul orang lain agar berani bertumbuh, belajar, dan meraih potensi terbaiknya secara inklusif.

Untuk membakar semangat pergerakan ini, komitmen personal yang selalu saya serukan adalah: Elevate Your Strategy, Amplify Your Impact! Slogan ini merefleksikan prinsip dasar untuk terus meningkatkan kualitas strategi berpikir dan merancang aksi nyata, lalu menyebarkan energi positif tersebut demi melipatgandakan dampak bermanfaat bagi masyarakat luas.

Saya Adolf Julius Nanlohy, dan saya bangga telah memimpin gerakan literasi teknologi yang inklusif ini sebagai Google Student Ambassador Indonesia 2026 di Universitas Bosowa. Mari kita lanjutkan langkah ini bersama-sama, manfaatkan teknologi secara bijak, dobrak setiap eksklusivitas yang membatasi, dan ciptakan karya nyata bagi lingkungan di sekitar kita!

PDAM Makassar