SUARACELEBES.COM, PAREPARE –Muhammad Hatta direktur alat dan mesin pertanian Kementrian Pertanian RI yang merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi kementan yang ditangani KPK ternyata calon kuat PJ Wali Kota Parepare setelah namanya diusulkan oleh DPRD Kota Parepare ke Kementrian Dalam Negeri.Asa Muhammad Hatta untuk memimpin kota kelahirannya tersbeut dipastikan kandas akibat terjerat kasus hukum.
“Benar kami (DPRD kota Parepare) mengusulkan Hatta untuk menjadi PJ Wali Kota Parepare setelah menerima surat dari Kemendagri untuk mengusulkan nama nama PJ Wali Kota,”Ujar Kaharuddin Kadir,ketua DPRD kota Parepare.
“Ada satu fraksi yang tidak mengusulkan dan lima lainnya mengusulkan bahkan ada fraksi yang mengusulkan Hatta calon tunggal namun kami mengusulkan tiga nama.Memang dia (Muhammad Hatta) dominan karena ada lima fraksi yang mengusulkan,”beber ketua DPRD kota Parepare.
Terkait nasib Muhammad Hatta setelah dipastikan batal menjadi PJ Wali Kota Parepare setelah menjadi tersangka dugaan kasus korupsi,ketua DPRD kota Parepare mengatakan tidak mencampuri rana tersebut dan menyerahkan sepenuhnya proses pemilihan PJ Wali Kota kepada Kementrian Dalam Negeri.
“Terkait dengan kasusnya (dugaan korupsi) kami tidak tahu menahu .Kami prihatin dan persoalan kasusnya itu kan yah proses hukum lain dan ditangani KPK jadi kami sebagai satu daerah (dengan Muhammad Hatta) tentu prihatin dan kami sepakat bahwa pemberantasan korupsi itu tidak boleh berhenti,harus jalan dan siapapun yang melanggar harus diproses,”tutup Kaharuddin Kadir 15/10/2023 siang tadi.
Muhammad Hatta adalah pejabat Birokrat yang lahir dan besar di Kota Parepare dan mengawali karirnya sebagai ASN pada tahun 2004 – 2005 sebagai ajudan Wali Kota Parepare kala itu.
Seperti diketahui Muhammad hatta adalah direktur Alat dan Pertanian kementrian Pertanian Republik Indonesia yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi di kementrian Pertanian dengan nilai 13,9 Milyar Rupiah.Selain Muhammad Hatta KPK juga sudah menetapkan Syahrul Yasin Limpo atau SYL mantan menteri Pertanian dan Kasdi Subagyono Sekjen Kementrian Pertanian sebagai tersangka.(*)









