Perkara GORR: “Kau Memulai, Engkau Pula Mengakhiri”

Pemkot Makassar SC
BAPENDA Makassar SC

Oleh: Moh.Rizalfikra Ngadi
(Penulis Lepas)

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Ibarat syair lagu “Kau yang memulai, Kau yang Mengakhiri,” itulah kisah nyata jalannya persidangan kasus Gorontalo Outer Ring Road (GORR). Perkara tindak pidana korupsi yang sempat “dihebohkan”, walaupun fakta-fakta persidangan ternyata berkata lain. Majelis Hakim menyatakan bahwa kerugian keuangan negara hanyalah soal kesalahan dobel pembayaran.

Mungkin banyak yang bertanya, apa maksud dengan dimulainya artikel ini dengan syair lagu dangdut di atas. Penulis ingin mengajak sahabat pembaca untuk mengingat kebelakang. Awal dari mulainya perkara ini diselidik hingga di periksa di muka sidang pengadilan tindak pidana korupsi.

Isu GORR mulai hangat ditelinga kita, kala Partai Politik mulai mencari cara untuk memenangkan Calon Legislatif-nya duduk di parlemen. Seiring perjalanan Kejati kemudian menetapkan sejumlah tersangka dipengujung masa jabatannya di Provinsi Gorontalo. Yah, isu ini kemudian menjadi bola liar yang digunakan oleh kelompok tertentu untuk menyerang pemerintah Provinsi Gorontalo. Tentunya tujuan utamanya adalah Gubernur Gorontalo.

Perkara kemudian disidangkan pada awal 2020 dengan didakwanya Apraisal dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kelompok tersebut tetap menghembuskan bahwa GORR telah merugikan keuangan negara. Mulai dari angka Rp. 85 Miliar, hingga di persidangan berdasarkan laporan BPKP menjadi Rp. 43 Miliar. Bak petir disiang bolong, muka mereka tertampar. Berdasarkan fakta-fakta persidangan ternyata untuk terdakwa Apraisal tidak ada kerugian keuangan negara. Di saat yang sama untuk terdakwa KPA terbukti kesalahan dobel pembayaran Rp. 53 juta.

Perkara tersebut pun sudah ada yang berkekuatan hukum tetap. Kini memasuki babak baru, adalah terdakwa GT. Ia pun didakwa melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999. Menariknya adalah kelompok yang dulunya menghembuskan bahwa GORR telah terjadi korupsi besar. Justru berbalik membela. Terdengar aneh tapi itulah faktanya. Ibarat memukul air di dulang terpercik ke muka sendiri.

Penulis tidak mau menghakimi, sebab bisa saja mereka akhirnya paham dan yakin berdasarkan fakta-fakta persidangan bahwa betul perkara GORR bukanlah suatu peristiwa pidana. Atau mungkin mereka telah mendapatkan hidayah, lalu kemudian hijrah. Tentunya hanya mereka dan Tuhan yang tahu jawabnya.(*)

Perumda Parkir Makassar
Pangkep SC