Hakim Konfrontir Terdakwa Dan Saksi Kasus Korupsi Bandara Sultan Hasanuddin

Pemkot Makassar SC
BAPENDA Makassar SC

SUARACELEBES.COM, MAKASSAR – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Makassar akhirnya mengkonfrontir terdakwa bersama sejumlah saksi-saksi dalam kasus dugaan korupsi dan mark up dana pembebasan lahan untuk perluasan bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi ini akan dihadiri oleh Mantan Kepala BPN Maros, Andi Nuzuliah yang juga berstatus terdakwa dalam kasus ini serta dua orang saksi dari tim apraisal yakni Abdullah Fitriantoro dan Abdullah Najang.

Jaksa Penuntut Umum, Elis yang ditemui sebelum mengikuti persidangan mengaku menghadirkan sekaligus dua tim sebagai saksi merupakan permintaan Majelis Hakim. Hal ini dilakukan untuk menghadapkan langsung atau mengkonfrontir kedua tim yang dianggap sangat berperan penting dan kasus ini.

“kita hadirkan tim apraisal karena mereka terikat kontrak dengan tim p2t yang diketuai Andi Nuzuliah, dengan hadirnya kedua tim ini, kita akan tau apakah ada kongkalikong disini,” ujar Elis

Andi Nuzuliah selaku Kepala BPN Maros yang bertindak sebagai Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) kata Elis menjalin kerjasama kontrak dengan tim apraisal yakni Kantor Jasa Penilai Publik (KKJP) milik Abdullah Fitriantoro untuk menentukan harga tanah di desa bado-bado yang menjadi lokasi pembebasan lahan tersebut.

“kita akan tahu kerja mereka seperti apa, bagaimana mereka melaksanakan tugas, semoga ada fakta yang terungkap dalam sidang,” tambahnya

Sementara itu, Penasehat Hukum Andi Nuzuliah, Syahrir Cakkari, menyakini ketidakterlibatan kliennya dalam kasus ini. Sebab, ia selaku tim P2T telah melakukan pembayaran sesuai dengan rekomendasi tim Apraisal sehingga tidak terjadi kesalahan bayar dan tuduha mark up yang ditujukan kepada Andi Nuzuliah.

“salah bayarnya dimana, siapa yang seharusnya dibayar dan siapa yang menerima. Lalu soal mark up, tim p2t hanya membayar sesuai dengan rekomendasi tim apraisal,” ungkap Syahrir

Upaya konfrontir oleh Majelis Hakim ini diharapkan bisa menghasilkan titik terang dan menemukan fakta baru yang bisa menjerat pihak-pihak yang ikut bertanggung jawab dalam kasus ini, termasuk PT. Angkasa Pura I

Keterangan saksi-saksi ini akan disaksikan dalam persidangan pemeriksaan saksi dengan terdakwa Mantan Camat Mandai, Mahmud Usman dan Kepala Dusun Bado-Bado, Rasyid yanf ikut terseret dalam kasus ini sebagai oknum pemerintah yang mengetahui dan memberi rekomendasi terhadap pihak-pihak penerima ganti rugi lahan.

Badan Intelijen Negara
Pangkep SC